Unilever Dipastikan Pakai BBN Berbasis Sawit dari Pabrik Bio-CNG di Kabupaten Langkat, Gantikan BBM Fosil

oleh -397 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, STABAT – Sebuah langkah maju dan pro terhadap lingkungan dan energi hijau telah dilakukan oleh pihak Unilever Oleochemical Indonesia.

Perusahaan yang memiliki pabrik di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini dipastikan bakal menggunakan energi bersih berbasis sawit.


Hal itu justru diungkapkan oleh CEO KIS Group, KR Raghunath, dalam peresmian pabrik Bio-CNG yang terletak di Dusun Blangkahan POM, Desa Blangkahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Indonesia Punya Pabrik BioCNG Komersial Pertama, Lokasinya Tidak Jauh dari Kota Medan

Dari berbagai sumber yang dikutip InfoSAWIT SUMATERA, Minggu (28/1/2024), KR Raghunath menyampaikan bahwa produksi bioMethane atau Bio-CNG perdana akan dikirim ke Unilever Oleochemical Indonesia di Sei Mangke.

Selanjutnya, kata KR Raghunath, Bio-CNG itu akan digunakan sebagai bahan bakar nabati (BBN) menggantikan bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil yang telag digunakan sebelumnya.

Sebagai informasi, pabrik Bio-CNG ini merupakan terobosan dan pelopor di kawasan Asia Tenggara dalam memproduksi energi bersih menggantikan BBM fosil.

Galakan Dekarbonisasi demi Dukung NZE 2060, PalmCo Regional 3 Gunakan Panel Surya

Bio-CNG merupakan Compressed Bio-Gas (CBG) yang memiliki energi bersih yang ramah lingkungan, bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar yang dapat diubah menjadi energi listrik, maupun energi lainnya.

KR Raghunath mengatakan, Unilever Indonesia menargetkan mencapai NetZero dengan mengganti bahan bakar fosil dengan bio methane.

KR Raghunath juga menyebutkan, selain ke pihak Unilever, nantinya Bio-CNG oti akan dipasok ke sejumlah korporat, termasuk badan usaha milik negara (BUMN).

Peneliti BRIN Kaji 1.000 PKS Bisa Hasilkan Biogas Pengganti Energi Minyak Bumi

Perusahaan-perusahaan itu, kata KR Raghunath, adalah PT Pertamina, PT PGN, PT Gagas, dan Grup Mewah. Pertamina, PGN, dan Gagas merupakan satu holding usaha yang sama.

KR Raghunath mengatakan, untuk memenuhi persyaratan kontrak pasokan bio methane atau Bio-CNG ke berbagai perusahaan itu, pihaknya akan membangun 24 pabrik Bio-CNG lainnya sehingga totalnya berjumlah 25, pabrik.

Sebagai informasi, adapun kapasitas pabrik Bio-CNG yang sudah dan akan dibangun KIS Group adalah masing-masing sebanyaj 15.500 M3 Bio-CNG per hari, dengan total 387.500 M3 Bio-CNG per hari.

Simalakama Biodiesel: Dikerjakan, Pasokan Global Terganggu. Tak Dikerjakan, Ini Justru Mandatori !

Bila pembangunan 25 pabrik Bio-CNG terwujud semuanya, diperkirakan semuanya akan menghasilkan pengurangan 3,7 Juta ton Co2 per tahun dan menghasilkan 3,7 juta kredit karbon per tahun.

Ragunath menyampaikan harapan bahwa kelak Indonesia akan menjadi penghasil Bio-CNG yang terbesar di seluruh kawasan benua Asia.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih terhadap Unilever, AEP dan KIS Group untuk dukungan yang luar biasa. Saya percaya Indonesia akan menjadi negara produsen Bio-CNG terbesar di Asia,” kata dia.

Bekerjasama dengan Jerman, Indonesia Diprediksi Sanggup Produksi Bahan Elpiji Berbasis Sawit 9 Kilo Ton per Hari

Sebelumnya Edi Wibowo selaku Direktur Bioenergi pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menyatakan, Pemerintah Indonesia menyambut baik kehadiran pabrik bioenergi berbaais sawit tersebut.

“Ini merupakan sebuah terobosan dalam peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia yang kembali dilakukan,” kata Edi.

Hal itu dia ungkapkan saat menyampaikan kata sambutan dalam acara peresmian pabrik Bio-CNG di Kabupaten Langkat tersebut.

Kementerian ESDM Buka Penawaran Ongkos Angkut Biodiesel Sawit

“Kami sangat mengapresiasi atas keberhasilan proyek Pembangunan Bio-CNG Plant pertama yang telah dilaksanakan oleh KIS Group di Langkat ini,” kata Edi Wibowo.

Kata dia, Pemerintah berharap plant Bio-CNG ini akan berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung transisi energi di Indonesia, khususnya dalam rangka pemanfaatan biogas menjadi energi.

Kata Edi, dalam mendukung program transisi energi, Pemerintah melalui berbagai dokumen dan kebijakan telah menyusun target, strategi dan program pemanfaatan energi baru terbarukan secara bertahap, terukur dan cepat. (T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com