GAR Bidik Standar Keberlanjutan Kelas Dunia, Dua Penghargaan ASRA Jadi Pemacu Transformasi Korporasi

oleh -785 Dilihat
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer (CSCO) GAR.

InfoSAWIT SUMATERA, SINGAPURA — Golden Agri-Resources (GAR) kembali mencuri perhatian forum keberlanjutan Asia. Dua penghargaan yang diraih pada ajang Asia Sustainability Reporting Awards (ASRA) ke-11 bukan hanya menambah daftar prestasi perusahaan, tetapi juga mempertegas ambisi GAR untuk menempatkan standar keberlanjutan sebagai fondasi tata kelola bisnisnya.

Perusahaan memperoleh Platinum untuk Asia’s Best Supply Chain Reporting dan Bronze untuk Asia’s Best Environmental Impact Reporting—dua kategori yang menekankan ketepatan data, integritas informasi, serta kedalaman analisis dalam laporan keberlanjutan.

Namun di balik deretan penghargaan itu, terdapat arah baru yang tengah ditempuh GAR. Alih-alih hanya berorientasi pada pelaporan, perusahaan kini mulai menempatkan keberlanjutan sebagai strategi bisnis jangka panjang.

BACA JUGA: Banjir Besar Tapanuli dan Jejak Para Kapitalis Hutan Batang Toru

 

Dari Pelaporan ke Transformasi

Menurut Anita Neville, Chief Sustainability & Communications Officer (CSCO) GAR, apresiasi ASRA bukan sekadar validasi atas dokumen formal.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen kami terhadap pelaporan keberlanjutan yang ketat dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip InfoSAWIT Sumatera dari ESGPost, Jumat (28/11/2025).

GAR kini menyadari bahwa keberlanjutan tidak dapat dimaknai hanya sebagai kewajiban pelaporan. Tantangan rantai pasok yang masif—lebih dari 500.000 hektare kebun dan keterhubungan dengan 800.000 petani swadaya—menuntut sistem data yang akurat, terverifikasi, dan mampu mencerminkan kondisi lapangan.

BACA JUGA: Wilmar Diganjar Setara Institute Award, Catatan HAM Menguat dalam Praktik Korporasi

Karena itu, perusahaan memperkuat tiga pilar utama, traceability, akuntabilitas, dan integritas data.

Di tengah sorotan global terhadap jejak deforestasi dan tanggung jawab korporasi, GAR merumuskan ulang pendekatannya. Pelaporan rantai pasok kini tidak hanya memuat alur suplai, tetapi juga tingkat keterlibatan pemasok, kepatuhan mereka, serta verifikasi independen yang dilakukan secara berkala.

Langkah ini diperkuat dengan assurance eksternal—mulai dari rantai pasok yang diaudit sejak 2022 hingga perluasan verifikasi untuk data emisi gas rumah kaca (GRK).

BACA JUGA: Masuk Daftar Elite Forbes Asia, TLDN Perkuat Reputasi sebagai Emiten Berkinerja Stabil

Pendekatan tersebut menjadikan laporan keberlanjutan sebagai instrumen evaluasi, bukan sekadar dokumen akhir tahun.

 

Fokus Baru: Dampak, Bukan Hanya Data

Dalam kerangka terbaru Collective for Impact, GAR menempatkan tiga agenda sebagai prioritas: dekarbonisasi, perlindungan alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Laporan keberlanjutan terbaru perusahaan menampilkan lebih banyak kisah dari lapangan—dari program pelatihan petani hingga intervensi sosial di pedesaan. Pendekatan ini, menurut Anita, penting untuk menunjukkan bahwa angka hanyalah satu bagian dari cerita.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com