Harga CPO Domestik Menguat, Pasar Global Mulai Tunjukkan Sinyal Pemulihan Permintaan

oleh -777 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT Sumatera
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT Sumatera/Kantor KPBN.

InfoSAWIT SUMATERA, JAKARTA – Awal pekan ini, pasar minyak sawit kembali bergerak positif. Harga minyak sawit mentah (CPO) di tingkat domestik maupun global menunjukkan tren menguat, meski masih dibayangi oleh potensi kenaikan stok dan produksi di bulan mendatang.

Berdasarkan data dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO pada Senin (10/11/2025) ditetapkan Rp13.700 per kilogram, naik Rp85 atau sekitar 0,62 persen dibandingkan harga tertinggi pada Jumat (7/11/2025) sebesar Rp13.615 per kilogram.

Secara rinci, harga CPO Franco Dumai tercatat Rp13.700/kg, CPO Talang Duku sebesar Rp13.500/kg, dan CPO Teluk Bayur mencapai Rp13.750/kg. Kenaikan ini menandai adanya pergerakan positif setelah beberapa minggu harga bergerak fluktuatif akibat tekanan pasar global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Turun, Pemerintah Dorong Transparansi dan Perlindungan Petani

Di sisi lain, Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) juga menutup perdagangan CPO dengan kenaikan tipis pada sesi Senin. Harga sempat menguat lebih tinggi di awal perdagangan, namun terkoreksi menjelang penutupan akibat ekspektasi peningkatan stok dan perlambatan ekspor.

Pelaku pasar berpengalaman, David Ng, menilai bahwa harga masih mendapat dukungan teknikal di atas level RM4.100 per ton, sementara batas resistensi terpantau di kisaran RM4.280 per ton. “Sentimen pasar saat ini lebih berhati-hati, menunggu rilis data ekspor terbaru dan laporan stok akhir bulan,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan, kontrak November dan Desember 2025 masing-masing stagnan di level RM4.080 dan RM4.082 per ton. Untuk kontrak Januari 2026 naik tipis menjadi RM4.112 per ton, sementara Februari 2026 menguat ke RM4.142 per ton. Kontrak Maret 2026 juga naik ke RM4.158 per ton, namun April 2026 sedikit terkoreksi ke RM4.165 per ton.

BACA JUGA: Menguji Komitmen Buyer di Panggung RSPO: Ketika Petani Bicara tentang Keberlanjutan yang Tak Seimbang

Volume transaksi turut menurun menjadi 57.032 lot dibandingkan 81.478 lot pada akhir pekan sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada open interest, yang turun ke 262.314 kontrak dari 264.821, menandakan pelaku pasar tengah bersikap hati-hati di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

Sementara itu, harga fisik CPO wilayah Selatan Malaysia untuk November tercatat naik RM10 menjadi RM4.130 per ton, menunjukkan adanya penyesuaian positif dari pembeli fisik meski tekanan pasokan masih terasa.

Penguatan harga di KPBN dan Bursa Malaysia ini menjadi sinyal awal pemulihan permintaan minyak sawit global setelah periode tekanan akibat perlambatan ekonomi dan fluktuasi harga minyak nabati pesaing seperti kedelai dan bunga matahari.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Dorong Perubahan Paradigma Pasar Sawit Berkelanjutan

Analis memperkirakan, jika tren kenaikan ini berlanjut hingga akhir November, maka pasar CPO berpotensi memasuki fase konsolidasi positif menjelang laporan ekspor dan produksi bulan Desember. Namun, sentimen tetap akan dipengaruhi oleh kebijakan ekspor Indonesia dan perkembangan harga minyak mentah dunia yang menjadi indikator utama bagi pasar minyak nabati.

Tender KPBN (Rp/kg) Excl. PPN, Senin (10/11/2025):

CPO Franco Dumai: Rp13.700 – EUP

CPO FOB Talang Duku: Rp13.500 – AGM

CPO Franco Teluk Bayur: Rp13.750 – WNI

Loco Pelaihari: Rp13.146 (WD); Penawaran tertinggi Rp12.595 – WNI

(T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com