Eddy Martono Bilang Pakistan Pasar Sawit yang Potensial

oleh -301 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, KARACHI – Bila dilihat dari segi jumlah penduduk, Pakistan menduduki posisi kelima sebagai negara yang banyak penduduknya, ada 235 juta jiwa.

Karena itu tidak heran kalau tingkat konsumsi akan minyak nabati, termasuk yang berbasis sawit, di Pakistan sangat tinggi.


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan pada tahun 2022 total ekspor kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia ke Pakistan mencapai 2,78 juta ton.

Jan Kenang Horor Minyak Goreng di Pakistan, Efek dari Kebijakan Presiden Jokowi

“Jumlah ekspor sawit ni setara dengan pemasukan sebesar 3,1 miliar dolar Amerika Serikat,” kata Eddy Martono di Karachi, Pakistan, kemarin.

Dari keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT SUMATERA, Selasa (16/1/2024), disebutkan bahwa Eddy ada Karachi untuk memenuhi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) di Karachi.

Lalu, Eddy menambahkan, sedangkan per Oktober 2023, ekspor kelapa sawit ke Pakistan mencapai 2,24 juta ton atau 2,1 miliar dolar Amerika.

Simalakama Biodiesel: Dikerjakan, Pasokan Global Terganggu. Tak Dikerjakan, Ini Justru Mandatori !

Ia menegaskan bahwa Pakistan adalah pasar minyak nabati yang sangat potensial bagi beragam produk asal Indonesia.

“Dan saya yakin (pasar minyak sawit di Pakistan -red) akan terus berkembang,” ungkap Eddy Martono.

Untuk itu ia berharap pasar di Pakistan harus terus diperhatikan dan dikembangkan dalam berbagai perjanjian perdangan yang saling memberikan manfaat bagi kedua negara.

Ehh, Pakistan Pun Ikut Mengeluh, Berharap Dapat Lebih Banyak CPO dari RI

Sebelumnya, Abdul Raseed Jan Muhammad yang merupakan CEO Westbury Grup mengungkapkan bahwa dalam satu tahun Pakistan membutuhkan 4,5 juta ton minyak nabati.

Tetapi, kata pria yang akrab disapa Jan tersebut, ternyara Pakistan hanya mampu memproduksi 0,75 juta ton minyak nabati di dalam negeri.

“Selebihnya atau sekitar 3 juta ton berupa impor minyak nabati dari kelapa sawit, yang 90 persen diimpor dari Indonesia,” tegas Jan di acara tersebut.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com