InfoSAWIT SUMATERA, PUTRA JAYA – Ada kabar sedikit tak sedap soal harga ninyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari tetangga sekaligus saingan kita, Malaysia.
Disebutkan bahwa harga CPO dari Bursa Berjangka Malaysia mengalami penurunan yang agak tipis pada awal sesi perdagangan di hari Rabu (13/12/2023).
Menurut laman Reuters yang dikutip InfoSAWIT, jejaring InfoSAWIT SUMATERA di Mitra Media Networks (MMN) Group, pelemahan harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia terjadi karena dua hal.
Periode Selasa Sore, Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat karena Faktor Ini
Yakni terjadinya pelemahan harga minyak kedelai yang merupakan kompetitor paling berat dari komoditas CPO., serta terjadinya pelambatan ekspor CPO.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO berkode FCPOc3 untuk pengiriman Februari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 42 per ton.
Beraeti ini terdapat penurunan sekitar 1,12 persen menjadi RM 3,693 atau setara dengan US$ 785,24 per ton di awal perdagangan.
Sosialisasikan Bursa CPO, Wamendag Ungkap Ekspor Naik Puluhan Triliun dalam Sebulan
Merujuk laporan surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 Desember turun 4,1 persen dibandingkan periode 1-10 November 2023.
Sementara informasi, dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB), stok minyak sawit Malaysia pada akhir November turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir.
Ini terjadi akibat adanya penurunan produksi yang lebih besar ketimbang ekspor.
Faktor Ini yang Bikin PTPN I Disukai Petani Sawit Swadaya di Kabupaten Aceh Utara
Masih dilansir Reuters, minyak kedelai berjangka berkode BOc2 di Chicago Board of Trade diperdagangkan naik 0,1 persen, setelah turun 1,4 persen pada sesi sebelumnya.
Sebagai infornasi, harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lain.
Baik CPO maupin minyak nabati lainnya saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. (T2/T5)