Muda dan Berprestasi, Petani Sawit Milenial Ini Diundang Jadi Pembicara di BPS Bungo

oleh -473 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, MUARO BUNGO – Masih muda tapi sukses membangun perusahaan pembibitan kelapa sawit bersertifikasi dan berkualutas unggul membuat Wendy Afriyandi diundang menjadj pembicara oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo.

“Saya kaget, sebab saya masih muda tapi diundang jadi pembicara. Tetapi saya berbahagia atas kepercayaan dari BPS Bungo ini,” kata Wendy saat dihubungi InfoSAWIT SUMATERA, Sabtu (2/12/2023).


Namun ia pun berkoordinasi dan meminta dukungan moral dari Ketua DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Provinsi Jambi, Andi Arie, terkait undangan dan kepercayaan dari BPS Bungo tersebut.

BPS Sebut Nilai Ekspor RI, Termasuk Minyak Sawit, Mengalami Penurunan di Bulan Juli 2023

Kepada BPS Bungo pun Wendy mengaku meminta agar diundang tidak hanya sebagai petani kelapa sawit milenial berprestasi, tetapi juga sebagai anggota DPW SAMADE Provinsi Jambi.

“Dan syukur alhamdulilah, Pak Ketua SAMADE Jambi mendukung penuh, dan BPS Bungo juga memenuhi permintaan saya selaku anggota SAMADE di acara tersebut. Jadi, saya di situ juga berbicara sebagai anggota SAMADE,” kata dia.

Saat itu dirinya menjadi pembicara di hadapan para pejabat BPS, Pemkab, dan masyarakat petani yang terkait dengan sensus pertanian yang dilakukan BPS Bungo, Kamis (30/11/2023) kemarin.

BPDPKS dan BPS Ketemu di Medan, Ini yang Dilakukan

Acara yang digelar oleh BPS Bungo tersebut berupa workshop bertajuk “Evaluasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian 2023” yang digelar di Hotel Semagi, Muaro Bungo.

ia bilang, saat itu hadir pejabat terkait di jajaran Pemkab Bungo seperti Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPH Bun) Muhammad Hasil SP MSi, serta Kadis Perikanan dan Peternakan Quzwen Ikmal.

“Di situ saya menekankan tentang pentingnya penggunaan bibit unggul bersertifikat dan berlabel biru untuk pekebun,” kata CV Anindya Agro Sejahtera ini.

Luarbiasa, Meroket Harga Palm Kernel Hasil Tender Astra Periode 1 Desember 2023

Ia berbicara tentang bibit berkualitas itu dengan tujuan agar para petani sawit bisa menikmati hasil tandan buah segar (TBS) selama minimal 25 tahun ke depan.

“Bibit berkualitas menghindarkan petani dari penggunaan bibit sawit yang abal-abal,” kata Wendy di hadapan para peserta acara BPS Bungo tersebut.

Dan tidak lupa, ia juga mengingatkan dan mendorong generasi muda agar mampu meneruma tongkat estafet dari para petani sawit yang sudah memasuki usia lanjut.

Ditjenbun Kumpulkan Para Produsen Benih Sawit di Jakarta, Ada Apa?

“Di situ saya sampaikan pertanyaan, sudah siapkah generasi milenial menerima estapet dari seniornya? Regenerasi dalam perkebunan sawit adalah hal yang sangat penting,” ucap Wendy.

Ia merasa wajar mempertanyakan hal itu karena saat ini ada kecenderungan atau muncul fenomena sosial yang menunjukan menurunnya minat generasi mida menjadi petani sawit, meneruskan usaha perkebunan sawit orangtuanya.

Apalagi, kata dia, angkatan kerja di bidang pertanian dan perkebunan di Indonesia saat ini menunjukan masih didominasi oleh usia 40 tahun ke atas.

Ini Jumlah Luas Kebun Sawit yang Sudah Rekomtek dan Panen Sampai Tahun 2023

“Dan usia rata-rata petani saat ini pun semakin tua, tetapi di saat yang sama jjumlah petani usia muda semakin menurun. Ini semua saya beberkan di acara BPS Bungo tersebut,” tegas Wendy Afriyandi.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com