Perkebunan Sawit Harus Bisa Sumbang Panen 1 Juta Ton Jagung

oleh -598 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan agar industri perkebunan kelapa sawit mampu menyumbang panen jagung sebanyak 1 juta ton per tahun.

Hal itu, kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, bisa dilakukan melalui penanaman jagung dengan sistem tumpangsari di perkebunan kelapa sawit.


Dari keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT SUMATERA, Jumat (17/11/2023), disebutkan bahwa hal itu disampaikan Wamentan di Jakarta.

Tepatnya pada acara “Optimalisasi Lahan Melalui Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan” di Kampus Kementan pada Rabu (15/11/2023).

Dua Tahun Terakhir, Minyak Sawit Kuasai Market Share Minyak Nabati Global

Terutama, kata Wamentan, dengan memanfaatkan kebun sawit berusia sebelum tiga tahun atau yang terkategori dalam tanaman belum menghasilkan (TBM).

Atau, kata Wamentan, dilakukan di perkebunan kelapa sawit yang sedang menjalani program peremajaan atau replanting.

“Baik melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) atau pun peremajaan mandiri oleh pihak perusahaan sawit,” ucap Wamentan.

Wamentan bilang, semua itu bisa dilakukan melalui inisiasi program kelapa sawit tumpang sari tanaman pangan atau Program Kesatria yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun).

Punya 100.000 Ha Kebun Sawit, Program PSR Plus Tumpang Sari Jadi Role Model bagi Sergai

Dengan demikian, Wamentan bilang kelak Prigram Kestaria itu mampu menjadi sumber pendapatan alternatif bagi petani sawit yang sedang menjalani Program PSR.

Qolbi kemudian mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengubgkapkan kalau nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2022 adalah sebesar Rp 640,56 triliun

“Ini berarti mengalami kenaikan sebesar 3,93 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021,” ucap Wamentan.

Kata dia, sub sektor perkebunan terbukti terus menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar Rp 622,37 triliun atau 97,16 persen.

Dalam Pelaksanaan Program PSR 2023, Ditjenbun Sediakan Kesatria bagi Petani Sawit

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi mengaku program tumpangsari jagung di perkebunan sawit sebagai tindaklanjut dari arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Mentan Amran Sulaiman, kata Qolbi, menilai optimalisasi lahan sawit dengan tumpang sari tanaman mampu menjawab tantangan masa ini.

“Kita akan melakukan tumpang sari di sentra-sentra sawit. Nanti akan kita kasi spot-spot lahan yang dijadikan lahan sawit tumpang sari dengan tanaman pangan,” kata Wamentan.

“Kita (industri perkebunan sawit -red) harus mampu menyumbang 1 juta ton (panen jagung). Sektor perkebunan harus ikut terlibat dalam pengembangan tanaman pangan ini,” ujar Harvick Hasnul Qolbi kembali.

Petani Sawit Wajib Tahu, Pasal di Permentan Ini yang Mengatur Syarat untuk Ikut Program PSR

Wamentan Harvick Hasnul Qolbi mengingatkan bahwa saat ini beberapa negara di dunia terancam oleh iklim yang tidak menentu.

“El Nino sudah di depan mata kita. Untuk itu tentu harus ada upaya terobosan atau bahkan upaya luar biasa,” kata Wamentan.

Termasuk, kata Qolbi, untuk tetap menyediakan sumber pangan, khususnya beras, untuk 273 juta rakyat Indonesia.

“Ini pekerjaan berat namun saya menyakini pasti ada upaya untuk keluar dari ancaman tersebut,” tegas Wamentan.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com