Jadi Importir CPO Terbanyak, India Minta Indonesia Seimbangkan Pasar

oleh -249 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, SAN FRANSISCO – Jadi importir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbanyak, India secara resmi meminta Indonesia seimbangkan pasar di antara kedua belah pihak.

Dari keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT SUMATERA, Kamis (16/11/2023), disebutkan bahwa permintaan itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) India, Piyush Goyal, Selasa (14/11/2023).


Piyush menyanpaikan hal itu saat bertemu Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IPEF di San Francisco, Amerika Serikat.

Kepada Airlangga, Menteri Piyush menyampaikan kesediaan India untuk berinvestasi di Indonesia pada sektor energi bersih.

Sering Kelimpungan, India Minta Pemerintah Indonesia Tidak Lagi Mempersulit Ekspor CPO

Pihaknya mempertimbangkan besarnya potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia dan adanya progam Carbon Capture Storage (CCS).

Menteri Piyush juga menyoroti pentingnya kesimbangan dalam perdagangan.

“Kami mengharapkan pasar Indonesia dapat lebih kompetitif dan memberikan kesempatan bagi produk India yang berkualitas di Indonesia,” ungkap Menteri Piyush.

Secara spesifik Menteri Piyush mengharapkan produk otomotif dan farmasinya dapat diterima di Indonesia.

Ini 8 Alasan Indonesia Menggelar Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan ke-2 di Mumbai India

Pihaknya juga mengharapkan Indonesia dapat meminimalkan hambatan non-tarif bagi produk India di pasar Indonesia.

India juga mengharapkan adanya kesempatan berinvestasi lebih luas untuk proyek pembangunan bandara, farmasi, dan rumah sakit.

Menteri Piyus juga mendorong kerjasama investasi konkrit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) antara salah satu group perusahaan pengelola Rumah Sakit Indonesia dengan Apollo Hospital Group dari India.

Kedua Menteri juga membahas penguatan perdagangan untuk komoditas pertanian dan peternakan seperti keberlanjutan akses pasar minyak kelapa sawit Indonesia di India, dan komoditas beras dan daging.

Untung Ada India dan Bangladesh, Dapat Cuan dari Ekspor CPO

“India tetap menjadi pertimbangan utama untuk menjadi pemasok beberapa komoditas penting di Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Kedua Menteri juga membahas kerja sama pupuk urea untuk menjaga ketahanan pangan kedua negara.

Pertemuan kedua pihak berlangsung produktif untuk membicarakan ekplorasi peluang-peluang kerja sama di berbagai bidang.

Seperti pertanian dan peternakan, ketahanan pangan, industri otomotif, energi terbarukan, serta industri pertambangan sebagai upaya untuk menyeimbangkan perdagangan kedua negara.

Jaga Pasar India, Wamendag Jerry Sambuaga Pimpin Delegasi CPOPC ke Mumbai

Menko Airlangga berharap hubungan antara Indonesia dengan India semakin erat. Ia menyatakan India merupakan mitra dagang Indonesia yang dapat diandalkan, khususnya di era pandemi Covid-19.

Airlangga bilang, Indonesia sangat menghargai hubungan bilateral yang baik dengan negara Bollywood tersebut.

Terkait G20, Indonesia tertarik untuk menjadi bagian dari Aliansi Biofuel Global yang diluncurkan pada G20 India.

Perhatikan Petani Swadaya, Ini yang Dilakukan CEO RSPO JD D’Cruz di India

“Hal itu mengingat Indonesia adalah salah satu penghasil biofuel terbesar di dunia,” ujar Menko Airlangga, yang disambut dengan antusiasme oleh Menteri Piyush.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com