NB House PTPN dan UPDKS Memantik Perhatian Petani Sawit, Si Cantik Turnera Subulata Disebut

oleh -432 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, MEDAN – Inovasi Natural Enemies Breeding House (NB House) dari PTPN V untuk mengatasi hama ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) ternyata memantik perhatian para petani dari berbagai daerah sentra perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatera.

Salah satu petani tersebut adalah Sumarsono, seorang petani sawit swadaya yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).


Kepada InfoSAWIT SUMATERA, Senin (13/11/2023), ia menyambut baik cara – cara alami yang digunakan oleh seluruh stakeholders atau para pemangku kepentingan di industri perkebunan kelapa sawit, termasuk di tingkat petani.

Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit Diatasi Pakai NB House Ala PTPN V

Khususnya, kata dia, dalam mengatasi kumbang atau hama, termasuk ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS), baik ulat api yang bernama Latin Setothosea sp, maupun ulat bulu yang memiliki nama Latin Darna sp.

Pria yang akrab dipanggil Pak Son ini mengaku turut menggunakan cara-cara alami dalam mengatasi UPDKS di perkebunan sawit miliknya di Kabupaten Muba.

“Untuk mengatasi UPDKS, saya pakai si cantik Turnera Subulata,” kata pria yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Muba ini.

Hadirkan Rumah Tamadun, Samade dan DDBI Bakal Gelar Diskusi Potensi Lidi Sawit

Apa pula si cantik Turnera Subulata seperti yang disebut Sumarsono? Dari penelusuran InfoSAWIT SUMATERA, terungkap peran penting Turnuera Subulata ini.

Mustopa SST dari SMK Diponegoro Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), menyebutkan Turnera Subulata disebut cantik karena memang merupakan tanaman hias.

Kata dia, tanaman ini biasanya ditanam berkelompok dan dapat juga digunakan sebagai tanaman pembatas pada kelompok tanaman pohon.

Nava Karina, Ricardo Panjaitan, dan Andra Sumarno Ungkap Cara Kerja NB House Ala PTPN V

Ia bilang, tanaman yang bagi orang Jawa disebut juga sebagai tanaman lidah kucing itu berasal dari dua kawasan, yakni Meksiko dan Hindia Barat atau Indonesia sekarang ini.

Tanaman ini disebut juga dengan nama tanaman bunga pukul drlapan, karena mekar cantik di pagi hari, pukul 08.00 waktu setempat.

Bunga ini sangat disukai oleh serangga, termasuk hama UPDKS, karena warnanya yang mencolok terang dan mungkin juga karena kandungan madunya.

Petani Sawit di Kabupaten Ini Justru Sedang Menikmati Hasil Panen Bukan dari Menjual TBS

Sementara itu dari laman resmi disebutkan bahwa Turnera Subulata, adalah salah satu tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Tumbuhan ini merupakan spesies bunga dari familia Passifloraceae, menjadi istana bagi Sycanus sp, sejenis predator yang membantu memangsa hama ulat api.

Sycanus sp menetap dan mendapatkan sumber makanan dari dalam Turnera Subulata.

Inovasi Helm Tankos Sawit dari Siti Nikmatin Kini Dipakai Kalangan Umum

Hama ulat api kerap kali merugikan para petani sawit karena sering menggerogoti dedaunan yang ada di pohon kelapa sawit.

Hal ini mengakibatkan efek buruk pada perkembangan tanaman kelapa sawit tersebut.

Terlebih lagi ketika tahap pembibitan, serangan ulat api akan berdampak jangka panjang dan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi di waktu mendatang.

TBS Diserang Hama Ulat Kantong? Tenang, Coba Gunakan Inovasi Buatan Planters Milenial yang Satu Ini

Tentunya hal ini juga akan berdampak langsung pada hasil produksi kelapa sawit tersebut.

Turnera Subulata mempunyai fungsi sebagai host plant atau rumah bagi predator hama ulat api, yang berperan penting menjaga populasi ulat pemakan daun.

Proses pembudidayaan dan perawatan Turnera Subulata pun tergolong mudah, yaitu dengan dikembangbiakan dengan cara stek batang.

Sm Art Batik, UMKM Asal Jogja yang Konsisten Pakai Malam Sawit

Selain itu, proses pertumbuhan bunga ini pun tergolong cepat serta memiliki nilai estetika yang indah jika, apalagi ketika sedang mekar di pagi hari.

Jika dirawat dengan baik, maka umur dan masa produktif Turnera Subulata dapat bertahan sekitar 2 sampai 5 tahun.

Dengan segala manfaat yang dimilikinya, Turnera Subulata mampu meningkatkan keseimbangan ekologi di daerah perkebunan saeit, baik milik perusahaan maupun masyarakat. (T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com