Bangun PKS di Tapsel, Ini Alasan PT Cisadane Sawit Raya

oleh -932 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, PADANG SIDIMPUAN – Bertempat di Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) secara resmi telah memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) yang ke-2.

PKS tersebut, seperti dikutip InfoSAWIT SUMATERA dari laman Kontan, Selasa (31/10/2023), dibangun oleh PT Samukti Karya Lestari (PT SKL) yang merupakan anak usaha PT CSRA.


Menurut Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, PKS di Desa Muara Upu tersebut berkapasitas 45 ton per jam.

Ini Secuil Kisah dr Paisal Ritonga, Dokter di Perkebunan Sawit PT CSR

“PKS yang ini didesain 45 ton per jam, tapi sekarang jalan 30 ton per jam. Nanti kalau saatnya dibutuhkan kita akan tambah beberapa alat lagi,” ungkapnya.

Seman Sendjaja mengungkapkan alasan pembangunan PKS yang ke-2 di Desa Muara Upu itu, yakni karena CSRA sudah memiliki kebun sawit di wilayah tersebut seluas 5.000 hektar (ha).

Dari lahan tersebut, ia bilang dihasilkan tandan buah segar (TBS) sebanyak lebih 4.000 ton setiap hari.

Ini Jumlah Terbaru Luas Kebun Sawit di Malaysia

“Jadi memang sudah saatnya bangun pabrik kelapa sawit di kebun ini,” ungkap Seman saat peresmian PKS tersebut, Sabtu (28/10/2023).

Ia mengatakan, proyek PKS ke-2 itu membutuhkan dana sebesar Rp 180 miliar, sudah termasuk biaya pembangunan jalan, perumahan karyawan, dan pelengkap lainnya.

“Kalau pabriknya tok sih enggak sampai segitu ya. Ya sekitar Rp 130-an miliar,” jelasnya.

Ini Kendala Anggota Apkasindo Jambi dalam Proses Sertifikasi RSPO dan ISPO

Vice President Engineering CSRA, Totok Pratikno, mengatakan proyek PT SKL ini sejatinya telah dimulai pada Januari 2022 lalu, dilanjutkan kemudian dengan test plant di tahun Juni 2023.

“Ini (PKS PT SKL) sudah produksi kurang lebih 3,5 bulan, dan sudah memproduksi TBS lebih dari 57.000 ton,” katanya.

Pihaknya juga memastikan pembukaan PKS tersebut mampu menyerap lapangan kerja yang banyak, termasuk mayoritas dari masyarakat sekitar.

Terima Sertifikat RSPO Saat Rakor RAD KSB, Petani Sawit Swadaya di Tapsel Happy Sekaligus Galau

“80 persen pekerja kami adalah putra daerah, sedangkan sisanya 20 persen pendatang. Yang pendatang ini bukan berarti orang baru, tapi dari pabrik kami di Kecamatan Negeri Lama, Kabupaten Labuhanbatu,” kata dia.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi dan rilis tentang industri sawit, Silahkan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT Sumatera atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com