Begini Ketatnya Penerimaan TBS Produksi Petani Sawit Swadaya di Riau

oleh -508 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, PEKANBARU – Menjadi petani sawit swadaya itu tidak mudah, harus bisa merawat kebun dengan benar agar mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas baik, setara dengan TBS petani plasma.

Di saat yang sama, pihak manajemen kelapa sawit (PKS) atau pun para penyuplai yang telah memiliki delivery order atau surat pemesanan buah (DO/SPB) juga harus bisa secara ketat menyeleksi TBS berkualitas baik dari para petani swadaya.


Nah di Provinsi Riau, dari pengamatan InfoSAWIT SUMATERA, Selasa (22/8/2023), ada salah satu upaya yang terus-menerus dilakukan oleh pihak manajemen PKS.

Di Riau, Harga Berondolan Bikin Terpana Petani, Harga TBS Minggir Dulu

Juga dilakukan oleh pihak penyuplai, terutama dalam memastikan agar para petani swadaya hanya mengirimkan TBS berkualitas baik demi harga yang juga baik.

“Mohon jaga kualitas buahnya,” demikian pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) dari sejumlah PKS atau penyuplai saat memberitahukan harga pembelian TBS atau berondolan mereka ke petani.

Itu adalah pesan umum. Ada juga PKS atau penyuplai yang menyampaikan pesan secara rinci yang harus dipatuhi para petani sawit sebelum melakukan transaksi jual beli TBS.

Ketua IPOSS Darmin Nasution Dorong Pembentukan “ASEAN Biofuel Network”

“Untuk kenyamanan bersama diwajibkan setiap mobil memasang tenda,” demikian pesan salah satu PKS di Kabupaten Pelalawan ke para petani.

Pihak perusahaan juga tidak bersedia menerima buah sawit yang prosesnya dicincang atau yang ditekan.

Serta, kata pihak perusahaan, tidak bersedia menerima buah sawit dengan campuran pasir, sampah, dan disiram.

Bekerjasama dengan BPDPKS, PW Pemuda Muhammadiyah Aceh Ingin Seluruh Cabang Bisa Ciptakan Produk Turunan Sawit

Sementara itu salah satu penyuplai yang biasa menyuplai TBS ke perusahaan sawit tertentu juga menerapkan standar yang tidak kalah ketat.

Beberapa di antara ketentuan dari pihak penyuplai adalah uang bongkar buah sawit milik para petani sebesar Rp 16 per kilogram (Kg).

Kemudian, standar penerimaan buah sawit di perusahaan yang dituju harus dalam keadaan yang benar-benar masak, tidak mentah, serta minimal lima Kg ke atas.

Demi Orangutan di Sabah, Industri Sawit Malaysia Tanam Sejuta Pohon

Wah, melihat begitu ketatnya standar atau aturan penerimaan TBS, tak salah kalau petani sawit swadaya berupaya meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan perkebunan sawit mereka.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com