Bio-Urine Bikin Dompet dan Kebun Sawit Indra Gunawan dari Jambi Kian Kinclong

oleh -2046 Dilihat

InfoSAWIT SUMATERA, KUALA TUNGKAL – Tidak sia-sia Indra Gunawan untuk mengambil sikap drastis menghadapi harga dan stok pupuk kimia yang semakin susah dijangkau.

Sejak dua tahun yang lalu, petani sawit swadaya dari Pelabuhan Dagang, Tanjung Jabung Barat, Jambi, ini memutuskan untuk beralih ke pupuk organik.


Tekad Indra Gunawan dimuat dalam keterangan resmi di laman Forum Petani Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) yang diakses InfoSAWIT SUMATERA, Senin (9/1/2023).

Luarbiasa, 7 dari 18 Poktan di Dunia Peraih Sertifikat RSPO Anggota FORTASBI

Disebutkan, Indra Gunawan akhirnya beralih kepada penggunaan pupuk organik cair (POC) yang sumbernya justru melimpah ruah di sekitar kebun sawit miliknya.

Sumber POC yang dimaksud adalah air kencing atau urin kambing peliharaan Indra Gunawan sendiri.

Anggota Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari ini menyebut POC berbahan urin kambing ini dengan sebutan bio-urine.

Di RT-RSPO Kuala Lumpur, FORTASBI Usulkan Sebuah Resolusi

Kata dia, dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk pembuatan bio-urine tersebut.

Sebab, ia harus ke kandang kambing yang ada di dekat rumahnya untuk menampung semua urin dari 8 ekor kambing peliharaannya tersebut.

“Proses awal pembuatan bio-urine adalah penampungan air urin kambing terus dimasukkan ke dalam tempat untuk pencampuran,” kata dia.

Dahsyatnya Bila Petani Sawit Bersertifikat RSPO Kompak Bekerjasama

Lalu, di tempat penampungan urin tersebut sudah diberi gula merah dan EM4 dalam takaran tertentu.

“EM4 adalah larutan yang mengandung banyak bakteri,” kata Indra Gunawan menjelaskan.

Lalu, ujarnya, semua bahan itu segera disatukan untuk kemudian didiamkan selama sekitar setengah bulan atau 15 hari.

Petani Sawit Ini Gigih Bangun Koperasi dan Tebarkan Semangat RSPO

“Selesai proses pendiaman tersebut baru bisa digunakan ke lahan perkebunan sawit,” kata Indra.

Ia merinci ulang bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan POC yang disebut bio-urine tersebut.

Yakni terdiri dari 20 liter urin kambing, 1 liter air, gula merah, dan larutan bakteri EM4.

Ikhlasnya HM Imron Mengurus Ponpes dan Kebun Sawit, Hasilnya Manis

“Gula merah berfungsi sebagai makanan bakteri dalam proses fermentasi, dan air digunakan untuk melarutkan gula merah tersebut,” ia menjelaskan.

Dalam sehari semalam, 8 ekor kambing miliknya itu bisa menghasilkan 20 liter urin.

Setelah semua bahan dicampurkan beratnya bisa mencapai 25 liter dan hanya bisa diaplikasikan untuk 5 pohon sawit.

HM Imron, Guru, Ustadz, Sekaligus Petani Sawit Inovatif

“Untuk pemupukan dalam satu hektare saya membutuhkan urine kambing lebih kurang 400 liter,” ujar Indra Gunawan.

Nah, kunci utama dari pembuatan bio-urine tersebut adalah kesabaran ekstra dari Indra Gunawan.

Khususnya dalam mendapatkan urin yang dikeluarkan kambing peliharaannya tersebut.

Surianto Bahagia KUD Sumber Rezeki Bisa Berbagi Rezeki dari Insentif RSPO

“Karena selain butuh kerja ekstra dalam membuatnya, hasil yang didapatkan juga tidak instan,” kata dia.

Ia bilang memang harus bersabar dalam membuat bio-urine yang memang berbeda dengan pupuk kimia.

“Kalau pupuk kimia itu kan kayak instan, 6 bulan sudah bisa tampak perubahan. Sementara kalau pakai bio-urine itu bisa sampai 1 tahun nampak hasilnya,” ujarnya.

Petani Sawit Ini Gigih Bangun Koperasi dan Tebarkan Semangat RSPO

Namun ia meyakini pengaplikasian bio-urine merupakan langkah terbaik, demi menghemat biaya pengeluaran dan perbaikan lingkungan.

“Pertama saya mengirit pengeluaran, kedua memang untuk menjaga kelembaban tanah, makanya saya berkelanjutan untuk memakai pupuk urine,” ujarnya.

Meski belum menunjukkan hasil yang siginifikan, Indra menyebutkan ada sejumlah perubahan positif yang dirasakannya setelah menggunakan pupuk organik cair tersebut.

Kembangkan Biopelet Berbasis Tankos, Holding Perkebunan Gandeng Negara Maju

Seperti, rumput di sekitar kebun sawit cepat subur, tanah tidak lagi kering tandus seperti saat menggunakan pupuk kimia.

“Pelepah dan daun tanaman sawit saya juga mulai menghijau,” ujarnya.

Ia yakin penggunaan pupuk yang ramah lingkungan menjadi penting bagi petani sawit agar tidak bergantung pada pupuk berbahan kimia.

Dana PE CPO Seharusnya Mayoritas untuk Petani, Sisanya untuk Biodiesel

“Kalau kita pakai pupuk kimia paling pertama pencemaran tanah akan berkelanjutan dan kita juga akan bergantung dengan pupuk kimia,” kata dia.

Faktor itu yang membuat dirinya beralih menggunakan POC berbahan urine kambing.

Ia menyarankan para petani sawit, termasuk yang tergabung dala kelompok-kelompok, untuk mencoba beralih ke POC.

Enggak Mesti 25 Tahun, Umur Tanaman 7 Tahun Bisa Ikut PSR, Asal …

Namun, ia kembali mengingatkan, hasil yang diperoleh memang tidak instan, butuh waktu yang lebih panjang bila dibandingkan menggunakan pupuk kimia.(T5)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com